May 13, 2008

Temukan Gairah Diri Sendiri

Belajar menemukan gairah dari tragedi.Konyol ? Mungkin benar, bagi sebagian yang belum beruntung menemukan karunia dan berkat dari sebuah kesedihan.Bagiku tidak,dan samasekali bukan hal konyol.

Gairah gak melulu bicara tentang seks.Semakin mengenal diri sendiri,rasa tertarik dan ide2 segar akan lebih sering muncul.Tragedi,cerita duka,kesedihan adalah peristiwa yang mengubah hidup.Mau hidup lebih baik atau makin kacau,pinter-pinternya kita menyikapi.

Aku bertemu dengan seorang laki-laki umur 50 tahunan dia sudah keliling Indonesia dengan sepeda rakitannya sendiri.Laki-laki yang penuh semangat meski hanya punya 2 kaki yang sudah tidak lengkap dari paha sampai telapaknya sejak ia lahir.

Aku belajar darinya.Dia telah menemukan gairah hidupnya dan mencapai mimpinya,travelling dengan sepeda unik yang dikayuh tangannya.

Konyol? Bagiku itu hebat. Bagaimana denganmu? Apakah akan tetap mengurung diri dengan kemarahan,kesedihan,penyesalan,mengasihani diri sendiri atau kita terus maju?? Apakah kita akan bicara pada setiap orang,misal tentang apa yang dia lakukan,betapa jahatnya,betapa tidak berperasaannya ini itu-ataukah kita akan menyingkirkan dan mengambil pelajaran darinya.Mau maju atau tetap meratapi kemalangan,padahal waktu terus berputar.

Temukan gairah diri,karena kehilangan gairah akan menghisap habis devosi dan usaha yang kita ingin lakukan untuk bahagia. Ketika kita temukan gairah,maka kita akan fokus pada masa sekarang,bukan masa lalu yang penuh depresi.

Ketika bertemu seseorang yang bergairah,kita tertarik dalam energi mereka. Mereka terlihat menarik,dan ekspresif.Mereka lebih berhasil meraih cita-cita bukan karena mereka lebih cerdas,tapi karena mereka punya perhatian yang sangat besar dan berani mewujudkan mimpi.

Aku,dan sahabat-sahabat perempuan punya kecenderungan keliru.Dan aku tidak mau mengulangnya. Banyak impian terbuang buat perempuan yang sudah punya pasangan.Terlalu banyak tuntutan yang membuat gelisah,akibatnya tidak bisa berkarya dengan baik.

Mulai bikin list,ingat-ingat lagi impian masa kecil.Bikin daftar cita-cita atau hal-hal yang membuat kita berasa benar-benar hidup.

Fokus pada bagaimana masadepan kita.Jangan biarkan pikiran lama menyelinap masuk dalam benak dan membuat menyerah. Saat aku menulis tentang apapun,suamiku sering acuh.Atau bahkan saat ini ketika aku menyelesaikan bukuku,aku mengabaikan hujatannya

"kamu bukan perempuan suci,kamu istri yang tega,membuka masalah rumah tangga" blablablabla..

Aku membuat diriku tuli. Aku tak mendengarkannya.Aku tidak berusaha untuk membuktikan apa-apa lagi pada siapapun.Aku hanya fokus pada satu tujuan

"aku mau membantu perempuan-perempuan lain untuk merdeka"

Aku menyalurkan amarah,sakit hati,dendam dengan membangkitkan energiku untuk berkarya. Aku hanya mencoba ingatkan diri sendiri setiap merasa lelah,dendam,marah,kecewa,sakit hati.Semua mengalir dengan wajar,aku lebih energik,orang bila wajahku lebih menarik ketika aku mengambil keputusan berat itu,aku lebih tenang dengan diri sendiri.Hal ini beda banget dengan kondisiku dulu.Kuhabiskan malam dengan tangisan,rokok dan minuman. Aku baru menyadari,inilah cara Tuhan memberitahu kita bahwa kita berada di jalur yang benar. Aku tidak peduli lagi dengan penghakiman atas aku.

Oke.Jatuh,sakit,kecewa,dikhianati,sedih,perih,dendam atau merasa tidak bernilai adalah hal yang wajar dan dialami semua orang.Hasilnya di masa depan,tergantung cara untuk menjalani kehidupan yang ada.Teruslah melangkah,rencanakan dengan matang,berpikirlah secara sehat,minta saran dan kritik dan maju terus.Senang selamanya,sedih sebentar saja-raihlah!

No comments: