Aku percaya pada kebohonganku sendiri,ketika aku berpikir bahwa suamiku akan berubah setelah menikah.Aku pikir,kebiasaannya tidur dengan pelacur,menyimpan gambar-gambar cabul,mengintip hal berbau sexual adalah karena dia tidak memiliki kekasih sampai usia 26 tahun.Saat itu menenangkan diriku sendiri,menghalau pikiran burukku sendiri,suamiku tipe sex addict.Aku menerima alasan-alasannya,termasuk mencoba mengerti bagaimana ia dibesarkan dalam penjara yang dibuat ibunya sendiri.Aku seperti melihat gunung es,dan aku sendirian di atas kapal yg berlayar malam hari tanpa kapten.Hati kecilku mengatakan,pernikahanku tidak akan lama sejak 2 hari sebelum kuucapkan janji di depan Tuhan.
Aku bimbang dan sangat tertekan dengan kecelakaan kecil menjelang pernikahan.Ketidakpekaannya membuat aku dan orangtua terlibat adu mulut,kurang dari 12 jam sebelum menuju altar.Dalam perjalanan menuju altar,aku memaksakan diriku untuk tersenyum.Suamiku memintaku beberapa kali untuk tersenyum.Dan sepulang gereja,dalam rangkaian upacara adat yang kujalani,lagi-lagi aku adu mulut dengan ibu bapakku.Hati kecilku mulai bilang,kelak inilah masalah besar,selain sexual.Suamiku beberapa kali menanyakan uang pembayaran penari dalam upacara adat,memintaku menghubungi travel agent untuk tiket pulang mereka.Dia berulang kali membahas hal tersebut,termasuk beberapa menit setelah sakramen selesai.Saat itu kesal,karena aku sudah mengatakannya 2 hari sebelum pernikahan bahwa semua sudah kusiapkan.Dia memaksaku menanyakan hal tersebut pada orangtuaku,dan pertengkaran pecah.Juru rias memperbaiki make up-ku yang luntur karena aku menangis.Ibuku memakiku tidak tahu diri,tidak tau perasaan,cinta buta dsb.Yah aku menikah di gereja,sementara keluargaku adalah muslim,dan tekanan suamiku membuatku serba salah.Hari itu aku ingin teriak
"bisakah kubatalkan pernikahan? Laki-laki yang baru saja kunikahi ternyata anak kecil yang manja"
Aku terjebak dengan lakon yang harus kujalani seumur hidup.Aku terus meyakinkan diri sendiri,aku bisa mengubah suamiku.Aku menikah dengannya seumur hidup,dan aku bisa merubahnya.
Apa yang menyebabkan semua itu?Aku berpikir ah..itu karena pola asuh.Akhirnya setelah kujalani,seks dan pernikahan yang kupikir dan menyenangkan,justru membuatku menderita.Aku mulai berpikir,di dunia ini tidak ada cukup seks untuk memuaskannya,bahkan aku sudah menjadi miliknya,seutuhnya.Aku mati-matian belajar seks dari buku-buku panduan,dan beberapa film biru.Aku sangat ketakutan aku tidak dapat memuaskannya,dan ia kembali pada kebiasaan lamanya.
Astaga..duniaku serasa kiamat justru saat aku sedang hamil muda.Beberapa kali dia mengajakku berhubungan secara anal.Dan itu bukan jenis seks yang aku kenal dan kupelajari.Aku panik.Kutolak secara tegas keinginannya.Ketidakwajaran ini berlanjut ke ketidakwajaran lainnya.Aku menenangkan diri,terus berdoa aku tidak masuk dalam hubungan seksual yang Tuhan tidak suka,dan sia-sia.
Awal pernikahan aku menikmati,dia mengatakan seksku hebat,dia menikmati dan ketagihan tidak cukup satu kali dalam semalam.Aku melambung karena sebagai istri aku merasa dibutuhkan,dan seks adalah bagian dari kasih sayang,itu yang harus kupenuhi sesuai janji sakramen.Namun sejak dia mengatakan ingin anal seks,kepergok memiliki ribuan file porno,ikut klub penggila pornografi,memasang poster wanita setengah telanjang sebesar pintu di dinding kamar dan ruang tamu kami(aku kos sampai 6 bulan usia kehamilan) mustahil bagiku untuk bisa ikhlas berhubungan seks dengannya.Saya menutupi kebencian dengan pura-pura cepat orgasme dan sangat terangsang di awal hubungan agar permainan cepat usai.Saya membenci kebiasaannya meminta oral seks yang kadang-kadang tanpa didahului foreplay.Saya pernah mengoralnya sambil menangis.
Setelah anakku lahir,rasa jijikku,rasa benciku padanya makin menjadi,masalah seks keuangan bercampur jadi pemicunya. Aku baru saja melahirkan,belum ada 7hari usia bayi kami.Saat itu walaupun caesar,aku putuskan merawat sendiri bayiku.Aku bahkan tak pedulikan sakitnya bekas operasi yang masih basah,karena aku mau menyusui,menggendong,menidurkan,dan memandikan bayiku.Seharusnya aku tidak banyak gerak.Aku tidak butuh siapapun membantuku,rasa cintaku yang besar pada putriku menghapus sakitku.Rasa sakitku dimulai ketika ia memilih tetap pergi ke pesta pernikahan saudaranya ketika bayi kami berumur 5 hari.Aku masih butuh dia menemaniku merawat bayi kami,tapi dia memilih tetap pergi.Saat itu aku menangis sejadinya di depan ibuku.Ibuku memandangku sinis,dan mengatakan
"Ini laki-laki inisial D,katholik yang kamu cari sampai gila,dan mengorbankan keluarga besarmu.Katamu kamu bisa merubahnya."
Aku yang saat itu sudah terluka semakin terluka dan tertekan dengan kata-kata ibuku.Ketidakberuntunganku makin bertambah ketika aku bertengkar dengan suamiku masalah steamer dan bantal bayi.
Aku meminta dia membelikan alat steam dan sterilasi untuk dot bayiku.Aku memiliki problem dengan putingku,sehingga bayiku tidak bisa menyusu normal. Air susuku lancar,bahkan berlebih. Setiap putriku tidur,aku memompanya dengan tangan menampung dalam botol dot dan menyimpannya dalam lemari pendingin,menghangatkannya dalam rantang yang kuisi air panas saat bayiku menangis minta susu.
Aku tidak pernah minta apapun pada suamiku. Saat itu ketika ia menghubungiku via ponsel,aku memintanya membelikan alat pompa elektrik ( dari buku yang kubaca jenis ini lebih maksimal dan sangat efisien waktu), alat steam dan steril (dari buku yang kubaca selain lebih cepat menghangatkan,alat ini otomatis mengatur suhu susu,dan mensterilkan dot sehingga mengurangi resiko terinfeksi bakteri). Benda lain yang kupesan adalah bantal dari bahan yang nyaman dan washable,karena bisa kupakai bergantian,diapers dengan merk tertentu (hanya merk ini yang menyediakan size new born). Aku pikir,ketika bayi kami lahir,dia tidak lagi jadi mesin kalkulator.Aku berharap dia mengabulkannya,sebagai bentuk kesiapannya sebagai ayah sekaligus memenuhi sarana bagi bayi kami,sebagai wujud perhatian dan kasih.
Hari itu aku bertengkar via telephon, ibuku mendengar semuanya.Suamiku mengatakan semua yang kupesan harganya terlalu mahal.Saat itu hatiku benar-benar terluka.Aku tahu berapa gajinya,dan aku sudah mentotal berapa jumlahnya,dan jumlah itu tidak sampai 20%. Bagaimana bisa dia berkata demikian,bukankah itu untuk anak sendiri.
Ibuku memelukku, menenangkanku, mengingatkanku untuk sabar dan mengontrol emosi,karena aku menyusui. Saat itu ibu menawariku membeli semua kebutuhan dengan uang beliau, namun kutolak. Aku hanya berpikir, biar suamiku belajar jadi ayah yang bertanggung jawab.Aku tegas katakan padanya semua yang kuminta demi anak, tidak ada terlintas aku mau dinilai orang kaya.
Dia akhirnya mau juga memenuhi , itupun tidak seperti yang kusyaratkan.Dia hanya membeli steamer tanpa alat sterilier ,dia membelikanku alat pompa manual,bantal unwashable dan diapers yang covernya dari plastik. Dan seperti biasa, dia memilih karena harganya paling murah. Beberapa hari kemudian anakku iritasi diaper, dan itu makin membuatku tertekan.
Aku juga merawat bayiku sendiri tanpa pengasuh. Harapan memiliki pasangan yang mau ikut peduli seolah makin jauh.
Hal menyakitkan kuterima lagi. Aku harus melayani suamiku belum genap 2 minggu setelah aku melahirkan.Vaginaku masih nyeri dan mengeluarkan darah nifas, sementara perutku masih nyeri akibat operasi. Dia tidak membantuku merawat bayi kami ketika tengah malam, namun ia memberiku tambahan kelelahan dengan melayani kebutuhan sexualnya . Aku makin sering mual dan muntah jika ingat sikapnya.Beberapa kali suamiku memergokiku mual-mual lalu muntah. Bodohnya, aku mengatakan itu efek pil kb yang bru kuminum 1 butir setelah1 bulan aku melahirkan. Aku menutupi sinyal ktidaknyamananku secara psikologis, dengan alsan lain yang bisa lebih diterima dan tidak menyakitinya.
Aku mencoba menenangkan diriku sendiri, menyemangati diriku sendiri agar tidak makin larut dalam stress. Aku tidak mau psikologiku terganggu dan berpengaruh secara emosional pada bayiku. Kondisi ini sangat menyiksaku. Aku masih tinggal dengan orangtua, sementara suamiku di kota lain. Tak jarang aku menangis sendiri ketika aku tertekan. Di depan orangtua aku terlihat bahagia dan sangat menikmati status baru kami sebagai orangtua baru.
Ketidaknyamanan seksualku semakin meningkat. Suamiku seolah tak bisa menahan keinginan sexualnya, bahkan saat menstruasi. Beberapa kali aku menolaknya,memberinya penjelasan hal itu dosa dan memiliki resiko pada organ reproduksiku. Hal ini berlangsung sampai tahun ke 3. Aku menjadi perempuan tidak punya nilai dan sangat rendah. Aku jijik dan benci bukan pada dirinya, tapi juga pada diriku sendiri. Terkadang aku harus melayani suami di depan anak.Aku juga sangat tidak nyaman dengan kebiasaannya bertelanjang di depan putri kami, atau melanjutkan menonton film porno saat aku membawa putri kami tidur bersama . Aku sudah memintanya berhenti namun dia selalu beralasan putri kami masih bayi.
Usia 8 bulan putriku memiliki kebiasaan mengempotkan mulutnya. Aku ketakutan dan berpikir adegan oral sex dalam film porno itulah pemicunya.Ketakutan pada perkembangan putriku makin memuncak ketika beberapa kali anakku memperingatkan ayahnya menutup penis saat sedang bersama. Dia juga pernah bertanya mengapa penis ayahnya tegak sambil memegangnya dan usia anakku belum genap 3 tahun.
Aku seperti hidup dalam duniaku sendiri,aku lari dari rumah di tengah malam selama beberapa jam. Berjalan kaki sendiri di tengah malam, membiarkan putriku dengan ayahnya. Saat itu aku ingin suamiku mau membantuku berjaga untuk bayi kami, namun ia menolak dengan alasan capek kerja.Benda yang kucari di tengah malam itu adalah rokok. Usia putri kami belum genap 4 bulan saat aku larimeninggalkan rumah di tengah malam buta. Aku berjalan kaki, hanya menghisap rokok yang membantu meringankan rasa tertekan dan kecewaku.
Aku mulai kecanduan rokok.Aku hanya sibuk merawat anakku, aku tak pernah merawat diri. Aku menghabiskan malam bercinta dengan rokok setiap tengah malam. Aku tak lagi memperhatikan penampilanku. Beberapa teman yang datang berkunjung selalu berkomentar, aku kusam, dekil dan terlihat tua. Aku sudah mencoba menutupinya dengan alasan, aku kelelahan dan keasyikan mengurus putri kami. Aku semakin tak bisa lepas dari rokok. Setiap saat ketika aku mulai kalut dengan keadaanku sendiri, rokoklah teman pelarianku.
Suamiku seorang yang lemah lembut. DIa tidak pernah berkata kasar, apalagi menyakitiku secara fisik. Aku sendiri mencoba menikmati pernikahan kami, aku menjalankan fungsiku sebagai istri yang total. Berpikir keras bagaimana membahagiakan suamiku dan anakku. Aku lupa, diriku perlu dirawat dan diperhatikan. Aku mengabaikan kebutuhan akan diriku sendiri, terutama masalah penampilan. Hiburan yang melegakanku, aku tak pernah jauh dari sahabat- sahabat yang masih kerap datang mengunjungi keluargaku. Suamiku bukan tipe pencemburu, ia membeaskan aku bergaul dengan siapa saja. Dia mengerti bagaimana aku, bagaimana pergaulanku, siapa saja sahabatku. Namun setiap di atas tempat tidur, aku kerap merasa jijik dan mual. Aku mecoba menutupinya, jika moodku hilang aku lebih sibuk menghabiskan waktuku di depan laptopku, menulis dan menulis.
Kebiasaan seksualnya menurutku sedikit menyimpang. Saat itu aku menenagkan diriku sendiri dengan berpikir, suamiku kurang pengetahuan masalah seksual dan etika seksual. Dari hobinya menikmati gambar atau video cabul, bergabung dengan klub penikmat pornografi, memotret perempuan- perempuan di bagian tubuh tertentu, berkirim gambar cabul dengan seorang sahabatku perempuan di belakangku, membahas tentang perempuan yang membuat birahi di kala ia sedang tugas luar kota dengan sahabatnya baru sebagian yang membuatku merasa tidak nyaman. Aku semakin ketakutan, dan cemas dengan pikiranku sendiri, ada yang salah dengan suamiku.
Beberapa kali dia mengintip vaginaku saat aku kencing, membayangkan kami berhubungan seksual sembari aku kencing, sampai sodomi. Dan kekhawatiranku terjadi. Suatu malam, setelah kami pergi minum- minum, dia memasukan penisnya dalam anusku tanpa kompromi dan ijin terlebih dahulu. Suamiku tidak minum malam itu, hanya aku dan beberapa teman yang menegak habis ABsolut Vodka dan jackD. Malam itu aku jadi sedikit mabok, namun aku masih sadar. Aku begitu hancur saat dia menyodomiku. Aku menagis sejadinya, suamiku sendiri menangis dan berulang kali minta maaf. Sampai pagi ia bersikap lebih lembut dibanding biasanya. Aku memaafkannya meskipun dalam hati tidak.
Kondisi kejiwaanku semakin kacau. Aku seperti perempuan frustasi. Aku masih bisa jalankan tugasku sebagai ibu rumahtangga. Suamiku sendiri begitu bangga dengan caraku merawat dan mendidik putri kami, dan bagaimana aku merawtnya sebagai suami. Kadang kerap aku bimbang. AKu mau akhiri semuanya, namun aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku terus menutupi ketidak bahagiaanku. Dan berrhasil, banyak teman mengidolakan kami sebagai pasangan harmonis dan super romantis. Aku sendiri tidak pernah membagi kepedihanku pada sahabat- sahabatku. Hanya pada dua orang, seorang sahabat laki- laki dan seorang sahabat perempuan yang mengethaui bagaimana kondisiku sebenarnya.
Setiap malam aku kesulitan dengan tidur. Pikiranku yang tidak tenang membuat aku terus berpikir keras bagaiman caranya aku keluar dari kondisiku yang tidak nyaman. Maslah seksual, masalah keuangan sangat membebani diriku. Aku pernah dua kali percobaan bunuh diri, karena aku frusatasi dengan kenyataan yang samasekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Keinginannku untuk memberikan yang terbaik untuk putriku kerap bebenturan dengan cara suamiku mengelola kauangan. Aku melakukan kesalahan fatal dan menyengsarakan diriku sendiri. Aku bahkan tidak memiliki tabungan di saat aku meninggalakn rumah, sebelum aku menggugat cerai suamiku. Semua uang yang aku punya habis aku investasikan untuk kebutuhan putriku.
Kelalahan pikiran dan fisik mulai menggerogoti hidupku dengan lebih ganas. Dan aku tersentak. Saat mengingat dia memakiku anjing. Sejak itulah aku jadi sering mengamati anjing. Dan aku bersyukur. Aku belajar keluar dari masalh rumahtanggaku ketika aku menyadari, aku lebih bodoh dari seekor anjing. Anjing saja pasti lari jika dia tidak nyaman atau diserang. Dan aku masih bertahan. Bodohnya aku.
Aku bimbang dan sangat tertekan dengan kecelakaan kecil menjelang pernikahan.Ketidakpekaannya membuat aku dan orangtua terlibat adu mulut,kurang dari 12 jam sebelum menuju altar.Dalam perjalanan menuju altar,aku memaksakan diriku untuk tersenyum.Suamiku memintaku beberapa kali untuk tersenyum.Dan sepulang gereja,dalam rangkaian upacara adat yang kujalani,lagi-lagi aku adu mulut dengan ibu bapakku.Hati kecilku mulai bilang,kelak inilah masalah besar,selain sexual.Suamiku beberapa kali menanyakan uang pembayaran penari dalam upacara adat,memintaku menghubungi travel agent untuk tiket pulang mereka.Dia berulang kali membahas hal tersebut,termasuk beberapa menit setelah sakramen selesai.Saat itu kesal,karena aku sudah mengatakannya 2 hari sebelum pernikahan bahwa semua sudah kusiapkan.Dia memaksaku menanyakan hal tersebut pada orangtuaku,dan pertengkaran pecah.Juru rias memperbaiki make up-ku yang luntur karena aku menangis.Ibuku memakiku tidak tahu diri,tidak tau perasaan,cinta buta dsb.Yah aku menikah di gereja,sementara keluargaku adalah muslim,dan tekanan suamiku membuatku serba salah.Hari itu aku ingin teriak
"bisakah kubatalkan pernikahan? Laki-laki yang baru saja kunikahi ternyata anak kecil yang manja"
Aku terjebak dengan lakon yang harus kujalani seumur hidup.Aku terus meyakinkan diri sendiri,aku bisa mengubah suamiku.Aku menikah dengannya seumur hidup,dan aku bisa merubahnya.
Apa yang menyebabkan semua itu?Aku berpikir ah..itu karena pola asuh.Akhirnya setelah kujalani,seks dan pernikahan yang kupikir dan menyenangkan,justru membuatku menderita.Aku mulai berpikir,di dunia ini tidak ada cukup seks untuk memuaskannya,bahkan aku sudah menjadi miliknya,seutuhnya.Aku mati-matian belajar seks dari buku-buku panduan,dan beberapa film biru.Aku sangat ketakutan aku tidak dapat memuaskannya,dan ia kembali pada kebiasaan lamanya.
Astaga..duniaku serasa kiamat justru saat aku sedang hamil muda.Beberapa kali dia mengajakku berhubungan secara anal.Dan itu bukan jenis seks yang aku kenal dan kupelajari.Aku panik.Kutolak secara tegas keinginannya.Ketidakwajaran ini berlanjut ke ketidakwajaran lainnya.Aku menenangkan diri,terus berdoa aku tidak masuk dalam hubungan seksual yang Tuhan tidak suka,dan sia-sia.
Awal pernikahan aku menikmati,dia mengatakan seksku hebat,dia menikmati dan ketagihan tidak cukup satu kali dalam semalam.Aku melambung karena sebagai istri aku merasa dibutuhkan,dan seks adalah bagian dari kasih sayang,itu yang harus kupenuhi sesuai janji sakramen.Namun sejak dia mengatakan ingin anal seks,kepergok memiliki ribuan file porno,ikut klub penggila pornografi,memasang poster wanita setengah telanjang sebesar pintu di dinding kamar dan ruang tamu kami(aku kos sampai 6 bulan usia kehamilan) mustahil bagiku untuk bisa ikhlas berhubungan seks dengannya.Saya menutupi kebencian dengan pura-pura cepat orgasme dan sangat terangsang di awal hubungan agar permainan cepat usai.Saya membenci kebiasaannya meminta oral seks yang kadang-kadang tanpa didahului foreplay.Saya pernah mengoralnya sambil menangis.
Setelah anakku lahir,rasa jijikku,rasa benciku padanya makin menjadi,masalah seks keuangan bercampur jadi pemicunya. Aku baru saja melahirkan,belum ada 7hari usia bayi kami.Saat itu walaupun caesar,aku putuskan merawat sendiri bayiku.Aku bahkan tak pedulikan sakitnya bekas operasi yang masih basah,karena aku mau menyusui,menggendong,menidurkan,dan memandikan bayiku.Seharusnya aku tidak banyak gerak.Aku tidak butuh siapapun membantuku,rasa cintaku yang besar pada putriku menghapus sakitku.Rasa sakitku dimulai ketika ia memilih tetap pergi ke pesta pernikahan saudaranya ketika bayi kami berumur 5 hari.Aku masih butuh dia menemaniku merawat bayi kami,tapi dia memilih tetap pergi.Saat itu aku menangis sejadinya di depan ibuku.Ibuku memandangku sinis,dan mengatakan
"Ini laki-laki inisial D,katholik yang kamu cari sampai gila,dan mengorbankan keluarga besarmu.Katamu kamu bisa merubahnya."
Aku yang saat itu sudah terluka semakin terluka dan tertekan dengan kata-kata ibuku.Ketidakberuntunganku makin bertambah ketika aku bertengkar dengan suamiku masalah steamer dan bantal bayi.
Aku meminta dia membelikan alat steam dan sterilasi untuk dot bayiku.Aku memiliki problem dengan putingku,sehingga bayiku tidak bisa menyusu normal. Air susuku lancar,bahkan berlebih. Setiap putriku tidur,aku memompanya dengan tangan menampung dalam botol dot dan menyimpannya dalam lemari pendingin,menghangatkannya dalam rantang yang kuisi air panas saat bayiku menangis minta susu.
Aku tidak pernah minta apapun pada suamiku. Saat itu ketika ia menghubungiku via ponsel,aku memintanya membelikan alat pompa elektrik ( dari buku yang kubaca jenis ini lebih maksimal dan sangat efisien waktu), alat steam dan steril (dari buku yang kubaca selain lebih cepat menghangatkan,alat ini otomatis mengatur suhu susu,dan mensterilkan dot sehingga mengurangi resiko terinfeksi bakteri). Benda lain yang kupesan adalah bantal dari bahan yang nyaman dan washable,karena bisa kupakai bergantian,diapers dengan merk tertentu (hanya merk ini yang menyediakan size new born). Aku pikir,ketika bayi kami lahir,dia tidak lagi jadi mesin kalkulator.Aku berharap dia mengabulkannya,sebagai bentuk kesiapannya sebagai ayah sekaligus memenuhi sarana bagi bayi kami,sebagai wujud perhatian dan kasih.
Hari itu aku bertengkar via telephon, ibuku mendengar semuanya.Suamiku mengatakan semua yang kupesan harganya terlalu mahal.Saat itu hatiku benar-benar terluka.Aku tahu berapa gajinya,dan aku sudah mentotal berapa jumlahnya,dan jumlah itu tidak sampai 20%. Bagaimana bisa dia berkata demikian,bukankah itu untuk anak sendiri.
Ibuku memelukku, menenangkanku, mengingatkanku untuk sabar dan mengontrol emosi,karena aku menyusui. Saat itu ibu menawariku membeli semua kebutuhan dengan uang beliau, namun kutolak. Aku hanya berpikir, biar suamiku belajar jadi ayah yang bertanggung jawab.Aku tegas katakan padanya semua yang kuminta demi anak, tidak ada terlintas aku mau dinilai orang kaya.
Dia akhirnya mau juga memenuhi , itupun tidak seperti yang kusyaratkan.Dia hanya membeli steamer tanpa alat sterilier ,dia membelikanku alat pompa manual,bantal unwashable dan diapers yang covernya dari plastik. Dan seperti biasa, dia memilih karena harganya paling murah. Beberapa hari kemudian anakku iritasi diaper, dan itu makin membuatku tertekan.
Aku juga merawat bayiku sendiri tanpa pengasuh. Harapan memiliki pasangan yang mau ikut peduli seolah makin jauh.
Hal menyakitkan kuterima lagi. Aku harus melayani suamiku belum genap 2 minggu setelah aku melahirkan.Vaginaku masih nyeri dan mengeluarkan darah nifas, sementara perutku masih nyeri akibat operasi. Dia tidak membantuku merawat bayi kami ketika tengah malam, namun ia memberiku tambahan kelelahan dengan melayani kebutuhan sexualnya . Aku makin sering mual dan muntah jika ingat sikapnya.Beberapa kali suamiku memergokiku mual-mual lalu muntah. Bodohnya, aku mengatakan itu efek pil kb yang bru kuminum 1 butir setelah1 bulan aku melahirkan. Aku menutupi sinyal ktidaknyamananku secara psikologis, dengan alsan lain yang bisa lebih diterima dan tidak menyakitinya.
Aku mencoba menenangkan diriku sendiri, menyemangati diriku sendiri agar tidak makin larut dalam stress. Aku tidak mau psikologiku terganggu dan berpengaruh secara emosional pada bayiku. Kondisi ini sangat menyiksaku. Aku masih tinggal dengan orangtua, sementara suamiku di kota lain. Tak jarang aku menangis sendiri ketika aku tertekan. Di depan orangtua aku terlihat bahagia dan sangat menikmati status baru kami sebagai orangtua baru.
Ketidaknyamanan seksualku semakin meningkat. Suamiku seolah tak bisa menahan keinginan sexualnya, bahkan saat menstruasi. Beberapa kali aku menolaknya,memberinya penjelasan hal itu dosa dan memiliki resiko pada organ reproduksiku. Hal ini berlangsung sampai tahun ke 3. Aku menjadi perempuan tidak punya nilai dan sangat rendah. Aku jijik dan benci bukan pada dirinya, tapi juga pada diriku sendiri. Terkadang aku harus melayani suami di depan anak.Aku juga sangat tidak nyaman dengan kebiasaannya bertelanjang di depan putri kami, atau melanjutkan menonton film porno saat aku membawa putri kami tidur bersama . Aku sudah memintanya berhenti namun dia selalu beralasan putri kami masih bayi.
Usia 8 bulan putriku memiliki kebiasaan mengempotkan mulutnya. Aku ketakutan dan berpikir adegan oral sex dalam film porno itulah pemicunya.Ketakutan pada perkembangan putriku makin memuncak ketika beberapa kali anakku memperingatkan ayahnya menutup penis saat sedang bersama. Dia juga pernah bertanya mengapa penis ayahnya tegak sambil memegangnya dan usia anakku belum genap 3 tahun.
Aku seperti hidup dalam duniaku sendiri,aku lari dari rumah di tengah malam selama beberapa jam. Berjalan kaki sendiri di tengah malam, membiarkan putriku dengan ayahnya. Saat itu aku ingin suamiku mau membantuku berjaga untuk bayi kami, namun ia menolak dengan alasan capek kerja.Benda yang kucari di tengah malam itu adalah rokok. Usia putri kami belum genap 4 bulan saat aku larimeninggalkan rumah di tengah malam buta. Aku berjalan kaki, hanya menghisap rokok yang membantu meringankan rasa tertekan dan kecewaku.
Aku mulai kecanduan rokok.Aku hanya sibuk merawat anakku, aku tak pernah merawat diri. Aku menghabiskan malam bercinta dengan rokok setiap tengah malam. Aku tak lagi memperhatikan penampilanku. Beberapa teman yang datang berkunjung selalu berkomentar, aku kusam, dekil dan terlihat tua. Aku sudah mencoba menutupinya dengan alasan, aku kelelahan dan keasyikan mengurus putri kami. Aku semakin tak bisa lepas dari rokok. Setiap saat ketika aku mulai kalut dengan keadaanku sendiri, rokoklah teman pelarianku.
Suamiku seorang yang lemah lembut. DIa tidak pernah berkata kasar, apalagi menyakitiku secara fisik. Aku sendiri mencoba menikmati pernikahan kami, aku menjalankan fungsiku sebagai istri yang total. Berpikir keras bagaimana membahagiakan suamiku dan anakku. Aku lupa, diriku perlu dirawat dan diperhatikan. Aku mengabaikan kebutuhan akan diriku sendiri, terutama masalah penampilan. Hiburan yang melegakanku, aku tak pernah jauh dari sahabat- sahabat yang masih kerap datang mengunjungi keluargaku. Suamiku bukan tipe pencemburu, ia membeaskan aku bergaul dengan siapa saja. Dia mengerti bagaimana aku, bagaimana pergaulanku, siapa saja sahabatku. Namun setiap di atas tempat tidur, aku kerap merasa jijik dan mual. Aku mecoba menutupinya, jika moodku hilang aku lebih sibuk menghabiskan waktuku di depan laptopku, menulis dan menulis.
Kebiasaan seksualnya menurutku sedikit menyimpang. Saat itu aku menenagkan diriku sendiri dengan berpikir, suamiku kurang pengetahuan masalah seksual dan etika seksual. Dari hobinya menikmati gambar atau video cabul, bergabung dengan klub penikmat pornografi, memotret perempuan- perempuan di bagian tubuh tertentu, berkirim gambar cabul dengan seorang sahabatku perempuan di belakangku, membahas tentang perempuan yang membuat birahi di kala ia sedang tugas luar kota dengan sahabatnya baru sebagian yang membuatku merasa tidak nyaman. Aku semakin ketakutan, dan cemas dengan pikiranku sendiri, ada yang salah dengan suamiku.
Beberapa kali dia mengintip vaginaku saat aku kencing, membayangkan kami berhubungan seksual sembari aku kencing, sampai sodomi. Dan kekhawatiranku terjadi. Suatu malam, setelah kami pergi minum- minum, dia memasukan penisnya dalam anusku tanpa kompromi dan ijin terlebih dahulu. Suamiku tidak minum malam itu, hanya aku dan beberapa teman yang menegak habis ABsolut Vodka dan jackD. Malam itu aku jadi sedikit mabok, namun aku masih sadar. Aku begitu hancur saat dia menyodomiku. Aku menagis sejadinya, suamiku sendiri menangis dan berulang kali minta maaf. Sampai pagi ia bersikap lebih lembut dibanding biasanya. Aku memaafkannya meskipun dalam hati tidak.
Kondisi kejiwaanku semakin kacau. Aku seperti perempuan frustasi. Aku masih bisa jalankan tugasku sebagai ibu rumahtangga. Suamiku sendiri begitu bangga dengan caraku merawat dan mendidik putri kami, dan bagaimana aku merawtnya sebagai suami. Kadang kerap aku bimbang. AKu mau akhiri semuanya, namun aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku terus menutupi ketidak bahagiaanku. Dan berrhasil, banyak teman mengidolakan kami sebagai pasangan harmonis dan super romantis. Aku sendiri tidak pernah membagi kepedihanku pada sahabat- sahabatku. Hanya pada dua orang, seorang sahabat laki- laki dan seorang sahabat perempuan yang mengethaui bagaimana kondisiku sebenarnya.
Setiap malam aku kesulitan dengan tidur. Pikiranku yang tidak tenang membuat aku terus berpikir keras bagaiman caranya aku keluar dari kondisiku yang tidak nyaman. Maslah seksual, masalah keuangan sangat membebani diriku. Aku pernah dua kali percobaan bunuh diri, karena aku frusatasi dengan kenyataan yang samasekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Keinginannku untuk memberikan yang terbaik untuk putriku kerap bebenturan dengan cara suamiku mengelola kauangan. Aku melakukan kesalahan fatal dan menyengsarakan diriku sendiri. Aku bahkan tidak memiliki tabungan di saat aku meninggalakn rumah, sebelum aku menggugat cerai suamiku. Semua uang yang aku punya habis aku investasikan untuk kebutuhan putriku.
Kelalahan pikiran dan fisik mulai menggerogoti hidupku dengan lebih ganas. Dan aku tersentak. Saat mengingat dia memakiku anjing. Sejak itulah aku jadi sering mengamati anjing. Dan aku bersyukur. Aku belajar keluar dari masalh rumahtanggaku ketika aku menyadari, aku lebih bodoh dari seekor anjing. Anjing saja pasti lari jika dia tidak nyaman atau diserang. Dan aku masih bertahan. Bodohnya aku.
19 comments:
Bagaimana kamu bisa mengenal dia?
Kamu menikah di gereja dan ortumu muslim? Apakah kamu berpindah keyakinan karena dia?
YM kamu apa IDnya?
Yoyon
Komentar apa ya?
Selamat deh bisa belajar dari anjing..
Aku cuma berharap kamu tidak pindah keyakinan lg karena "apa yg dipersatukan Allah tidak dapat dipisahkan manusia"
Semoga kamu tidak salah langkah lagi...
Janda katholik karena Cerai!
Jangan pernah nikah lg kecuali kau pindah keyakinan..
Sekarang apakah kamu tidak merasa menyesal telah menjadi seorang Katholik?
Andai kau menikah secara islami dan menikahi muslim, mungkin kamu tidak akan begini. Karena Islam mengharamkan ANAL SEX!!!
Kalau kamu sudah sukses belajar sama anjing, sekarang kembalilah belajar ke ortumu kalau kamu masih hormat sama beliau. Atau kecuali kamu masih suka belajar sama anjing.
Jangan pernah menyesal menjadi Katholik..
Yesus selalu memberikan jalan terbaik bagi kita..
"Semua menjadi lebih indah pada waktunya".
Percayalah. Percayalah.
Nb. buat komen di atasku.. "Jangan pernah menilai seseorang dari ajaran yg dianut olehnya, semua kembali ke pribadi masing2. DAN JANGAN PERNAH MENILAI AJARAN LAIN KALAU KAU BELUM PERNAH MEMPELAJARINYA"..
Shanty sayang,
Tak perlulah kau beberkan semua masalahmu...karena Allah telah mengetahui semuanya....semuanya...dan yang sebenar2nya. Kau tau di dalam sebuah rumah tangga ada kalanya ketidak cocokan terjadi ( maklum pernikahan adalah dari 2 jenis manusia yg berbeda dan dari latar belakang yg berbeda pula, apalagi Shanty dari keyakinan yg berbeda pula ), dua2nya harus saling berusaha untuk saling mengerti, dan biasanya perempuan memang lebih dahulu mengalah yang kemudian akan diikuti suami... Insya Allah apa yg kita berikan pada suami,apa yg kita lakukan untuk suami akan dibalasnya lebih dari yg kita lakukan. Yg sangat penting Shanty tau bahwa menceritakan kejelekan suami, seks yg sudah Shanty lakukan pada orang lain apalagi menulisnya di blog ini adalah sebuah DOSA besar. Kadangkala kita memang kesel sama suami krn keinginan kita tidak disetjui,atau beda pendapat dll...dan dada ini seperti mau meledak rasanya. Saat2 spt itu rasanya pengiiin ada orang lain yg mau ndengerin keluhan kita, rasanya ingin menceritakan pd sahabat kita...padahal itu bukanlah jalan keluar yg baik, karena sahabat kita belum tentu bisa menyimpan rahasia kita dan belum tentu pula bisa memberi jalan keluarnya apalagi dengan menulis di blog ini...sungguh tak berguna....hanya menambah dosa dari dosa2 yang sudah kamu lakukan.
Jika kau sedang sedih atau ada masalah cobalah lari mendekat kepada Allah, mohon ampunlah padaNya...Dia dengar tangisanmu,Dia dengar keluhanmu, Dia dengar permintaanmu...Dia kabulkan permohonanmu...
Shanty sayang,
mungkin Allah sedang mengujimu...
ternyata memang kamu tidak BERIMAN ( baik sbg muslim atau sbg katholik ). Jika kamu beriman tentu saat kamu dalam kesulitan bukanlah ROKOK, ALKOHOL atau keluar malam jalan keluarmu. Kamu tidak akan keluar dari masalahmu walau kamu sudah bercerai dari 'D',selama pelarianmu hanya nulis gossip dirimu di blog tak berguna ini, minum alkohol, merokok dan menguntit anjing. Kembalilah sayang...Allah sangat Pengasih, Allah Maha Pengampun. Bertobatlah sayang. Tidak ada kata terlambat untuk menyesal,bertobat...dan MEMPERBAIKI DIRI..
Dan percayalah....Allah tidak akan mengujimu melewati batas kemampuanmu.
Shanty sayang,...doaku selalu semoga engkau kembali ke jalan yang benar...amin.
Hehehe... komentarre pada kaya wong gendeng kabeh ya? merasa sing paling bener, merasa agamane sing paling apik... kabeh mung isone nyalah2ke wong. nyalahke sing nggawe blog, nyalahke sing komentar (kaya aku kie).. Wis pada ngaca bae kabeh... Cah iki sih luwih apik timbang awakk'e sampean2 iku...
Steve Emmanuel aja masuk Islam.
Harusnya yg bikin blog ini buruan kasih komentar, biar tidak melenceng jadi konflik agama.
aku berkata sebagai wakil seorang muslim
untuk Santy yg telah mengenal Islam selama puluhan tahun dan sekarng menjadi Katholik
coba renungkan, jika kamu mengikuti ajaran Yesus / Isa as, maka kamu akan jd muslim.
tp kalo kamu ikut Paulus, maka kamu pasti jd kristen.
Yesus tidak pernah meyatakan dirinya Tuhan dalam kitab Injil versi apapun. Injil tampil dengan berbagai versi, apakah layak sebuah kitab suci dengan begitu banyak kerancuan.??
Injil katholik Roma punya 73 kitab dan Protestan ada 66 kitab. 7 buahnya di buang dari kepercayaan katholik Roma.
begitu juga versi King James dan RSV. terjadi banyak perubahan.
Apakah kamu tetap yakin, Injil sebagai Firman Tuhan ? sedang injil ada begitu banyak versi
adakah yg bisa menjelaskan mengapa ada Injil "menurut Markus", John, Lukas dan Matius ???
bukankah yg kita yakini hanya Injil Isa
apakah Tuhan harus megirimkan "anakNya " untuk di korbankan sebagai penebus dosa umat manusia ?
Adakah yg bisa menjelaskan secara jelas dan bukti tentang TRINITAS ???
Coba tunjukkan padaku, kata TRINITAS di dalam Injil .. TRINITAS adalah dasar agama Anda..tp tidak termaktub dalam kitab mu...
bagaimana anda menjelaskan hal ini???
Santy ..coba renungi lagi Surat Al Ikhlas...Bahwa Tuhan ( Alloh ) tidak di peranakkan dan tidak beranak..tidak ada yg setara dengan NYA...
Santy..jika kamu ikuti ajaran Yesus..pastilah kamu akan masuk Muslim..
selamat merenungkan hal ini
aku hanya menngingatkan ini sebagai sahabatmu.
@ atas :
Betapa bijaknya dirimu masih menganggap orang murtad sebagai sahabatmu. Tapi masalahnya sahabatmu ini ndengerin / tidak?
"Aku sudah mencoba menutupinya dengan alasan, aku kelelahan dan keasyikan mengurus putri kami."
Loh bukannya kamu punya babysitter? bukannya babysitter nya saja tidur di kamar anak mu setiap malam?
S,aku pernah mengenalmu. Sbg sahabat lamamu diwaktu kita SMP di kota K (kamu di kelas F kan?), jujur turut bersedih membaca baris demi baris tulisan curahan hatimu.
S,Ikuti saja apa kata hatimu, karena itu akan menjadi yang terbaik meskipun akan terasa pahit.
Terlepas dari apapun keyakinan yg kamu anut skrg,akan lebih baik mundur selangkah untuk melaju puluhan langkah kedepan. Perjalanan masih panjang kawan...
Mungkin itu merupakan sebuah episode hidup yang sudah ditentukan oleh-Nya untuk kamu lalui.. Pasti ada hikmah dibalik kejadian ini semua..
Tetep semangat sahabatku...
Kamu juga berhak untuk hidup bahagia..
Keep fighting spirit..!!!
Salam buat RS, adikmu...
Salam,
~Mbendil~
thanks for all comments.Thanks for judgme me with various judgment. I belive in God. everybody must learn form all life experience. bad or god, sad or happy, lucky or unlucky. Life must go on, i have responsibilty to continue my life because i have a daughter. I love all, thanks for care me.
Untuk Yoyon :
- aku mengenalnya secara tak sengaja, bertabarakan di sebuah pintu masuk, kemudian kami bertemu lagi dan sangat singkat aku menikah.
- aku menikah di gereja, dan aku memiliki ortu yang sangat hebat, mereka sangat mencintaiku, meskipun saat sakramen aku hanya sendiri, bukan berarti mereka tidak peduli padaku.
- aku menjadi katholik karena aku mau bukan karena siapapun. Aku menjadi katholik sebelum mengenalnya. Melalui pengalaman hidup yang panjang selama hampir 9 tahun sejak usiaku masih belasan tahun.
Untuk 2 anonymous :
- semoga ya ..aku tidak mau salah langkah lagi. Aku tidak akan meninggalkan keyakinanku. Yang kukejar adalah kebahagiaanku, dan aku bertahan pada keyakinan yang sekarang kuyakini. Aku percaya Tuhan lebih mengerti aku dibanding siapapun.
for 3 anonymous :
- Menikah lagi ?? Bahkan tidak terpikir untuk saat ini. Berpindah keyakinan?? Maaf, aku punya tanggung jawab atas pilihan hidupku, termasuk resikonya. Sekali lagi, aku mencoba bertahan dengan iman yang kuyakini saat ini. Doakan saja.
for 4 anonymous :
- dalam agama apapun, anal sex tidak disukai Tuhan, semua tergantung pada personal. Aku tidak mau menyalahkan agama apapun.
- aku belajar dari anjing, karena aku pernah dikatai anjing. Dan aku belajar untuk bertanggungjawab pada keputusan hidupku dari orangtuaku.
- aku tidak pernah ingin meninggalkan orangtuaku. Bagaimanapun karena mereka aku ada. Ada hal yang bisa kita lakukan untuk membahgagiakan orangtua, meskipun secara keyakinan aku tidak bisa. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana gelisah hatiku, dan satu hal...setelah peristiwa ini aku punya janji untuk mereka yang sudah membuatku ada.
5 anonymous :
Yup..aku percaya Tuhan tidak akan membiarkan umatnya memikul bebannya sendiri ketika kita sudah tak mampu. Tidak ada agama yang salah dan benar, semua kembali kepada
yang meyakini itu paling benar.
6 anonymous :
- mungkin membuka aib sendiri adalah dosa. Aku sudah minta maaf kepada suamiku, aku juga berdiskusi dengan dia. Tunggu ya, aku sedang menyelesaikan tulisanku tentang dia. Aku juga mengerti saat ini dia sedang bertobat. Kami berdua belajar dari sini, untuk kehidupan pribadi kami masing- masing.
- yah...boleh jadi panilaianmu benar, aku tidak beriman. Dan aku bukan malaikat atau seorang super woman. Puji Tuhan, aku sudah tidak dekat lagi dengan minuman...aku mau hidup lebih baik setelah ini semua. Tanpa sebuah kesalahan kita tidak akan pernah belajar. Aku menulis ini untuk menelanjangi diriku sendiri, ketika kita merindukan pertobatan yang total, kita harus siap menerima segala panghakiman. Terimakasih atas kejujuranmu memeberiku komentar.
else :
- aku menjadi Katholik karena aku mengidolakan Jesus. Tuhanku tetap satu, Tuhan. Dan terimakasih, sebagai sahabat masih mau mengingatkaknku.
- saat kejadian yang ada dalam tulisanku, aku belum punya babby sitter. Aku punya baby sitter saat anakku usia 15 bulan, dan aku sendiri tak pernah suka anak diasuh orang lain. Saat itu aku harus selesaikan kuliahku di luarkota, dan aku terpaksa pake baby sitter.
all :
- sahabat apapun, berhak atas komentar tentang aku. Aku membuat tulisan ini seseungguhnya untuk beberapa sahabat perempuan yang mengalami nasib lebih buruk dari aku. Mereka seolah tidak berani keluar dari keadaan dan lupa, bahwa setiap personal berhak atas kebahagiaan hidupnya sendiri.
- aku tidak berniat menyudutkan agama manapun, selagi hati dan iman masih meyakini dengan benar yakinilah. Aku juga belajar untuk bertanggung jawab dengan sebuah keuputusan yang kuambil dalam hidupku. Sekali lagi, semua tergantung dari personal, bukan karena ia mengimani siapa.
Well, aku tidak menyangka kalo kamu sudah katolik sebelum menikah dengannya. Aku salah duga.
Go to next question :
Pengalaman hidup seperti apa sih yang menginspirasimu berubah keyakinan?
Aku tidak akan menghakimi kamu. Kamu boleh kok mau beragama atau tidak. Tapi tolong diinfokan mengapa kamu berubah keyakinan.
Akan lebih baik bila kamu nulis pengalaman hidupmu itu di postingan blog terbaru.
Yoyon
Btw : punya YM gak?
helo shanty..aku tahu blogmu ini dari dion.
kamu yang sabar ya..Tuhan tidak akan menguji umat-Nya melebihi kekuatannya.
Tetaplah berdoa. Kamu pasti bisa.
Aku siap jadi temanmu.
YM-ku: tanya dion ya.
JBU
speechless... gak tau mau ngomong apa..
itu yg terjadi padaku setelah membaca kisah mu,mbak..
sebagai salah seorang sahabat RS adikmu, tentu saja aku mengenalmu walaupun gak deket2 amat..
dan aku sama sekali gak nyangka kau bakal begini..
cuma mau ngomong gini mbak:
jangan pernah menyesali apa yg telah terjadi.. coz penyesalan gak akan bisa merubah keadaan.
yang penting sekarang.. tetap semangat, tegakkan kepalamu.
dan yakinlah.. bahwa Allah tak akan memberikan cobaan bagi umatnya apabila umatnya itu tak dpt menerimanya. kau pasti bisa mbak...
Gripping stories you have and whatta life experience you've been going through...
Jesus loves you and He won't fail you...just have faith ^_^
Have a nice day and keep on writing... I am ur fan already :)
Cheers!
apa yang ku khawatirkan ternyata menjadi kenyataaan.....
yang sabar nduk........
jujur gw ikut sedih...
walaupun sesungguhnya gw benci dg kelakuan kamu....
tapi dalam hati kecilku
kamu masih seorang hanna yang kuat...kuat dan tabah dalam mengarungi hidup...
tingal kini saat kau pilih.......
jalan mana yang akan kau tempuh untuk menyelesaikan perjalanan panjangmu......
1 hal yang perlu kamu ingat...
kamu lebih indah memakai jilbabmu seperti dulu........
coba renungkan nduk......
Post a Comment